Pengaruh Barat pada Musik Indonesia Era 1950-1960

03 Agustus 2016 16:20
-
Penulis: Stanley Tulung
Foto: The Shadows courtesy from Wikia
Editor: Adiyanto

 

Era 1950-1960 menjadi penting pada perkembangan musik Indonesia dan dampaknya masih kita rasakan sampai saat ini. Era ini menjadi era inti dalam perkembangan musik karena tidak hanya karena masuknya pengaruh musik dari luar negeri tapi juga era itu secara kualitas dan kuantitas musisi kita meningkat tajam.

Pada era ini jugalah penguasaan musisi pada alat musiknya semakin maju dan hebat. Ini bisa dilihat dengan lahirnya para pemsik-pemusik hebat dan berpengaruh besar serta menjadi benang merah musik Indonesia. Di antaranya The Shadows dan The Ventures yang mempengaruhi perkembangan musik Indonesia secara signifikan.

Grup musik ini dalam kurun waktu yang hampir sama memberikan pengaruhnya dalam perkembangan musik Indonesia. The Shadows asal Inggris yang dimotori oleh Henk Marvin sejatinya didirikan untuk menjadi pengiring Cliff Richard namun dalam perkembangannya The Shadows juga dikenal sebagai grup yang sukses membawakan lagu-lagu instrumental.

Sedangkan The Ventures yang didirikan oleh 2 pekerja konstruksi Don Wilson dan Bob Bogle memang merupakan band rock instrumental yang dibentuk di Tacoma, Washington State, Amerika Serikat.

Lagu-lagu The Ventures seperti Apache, FBI, Midnight, Kon-Tiki, Theme For Your Lovers, Cosy, Foot Tapper, Chu Chi digemari oleh pecinta musik pada saat itu. Begitu juga dengan The Ventures dengan lagu-lagunya Walk Don’t Run, Caravan, Perfidia, Sleepwalk dan lainnya.

Walau bisa dibilang rentang waktu berkaryanya bersamaan dan juga sama-sama mengandalkan gitar sebagai instrument utamanya namun kedua grup musik ini memiliki ciri khas-nya sendiri. Menurut Jopie Item gitaris dan musisi senior, ”The Shadows lebih melodius, simpel dan tidak terlalu banyak improvisasi. Untuk sond efek gitar Henk Marvin menggunakan Echo Tape ditambah sedikit Reverb. Kalau The Ventures solo gitarnya lebih banyak improvisasi ditambah bending senar serta nafas rock n’ roll campur dengan warna country. Sound efek gitarnya pakai Reverb Vibrato dan Tone Bender. Mereka lebih banyak main main suara clean dan efek gitar hanya dipakai sesuai dengan kebutuhan aransemen musik.”

Pada periode itu kedua grup musik ini bisa dibilang mengubah arah musik Indonesia. Semua grup musik pengiring seperti Eka Sapta, Arulan, Zaenal Combo, Pantja Nada, Aneka Nada dan lainnya memainkan lagu-lagu mereka. Disamping itu senam gitar ala The Shadows juga dipakai oleh sebagian grup-grup pengiring diatas sebagai bagian dari show mereka. Biasanya penonton langsung histeris apabila grup musik dipanggung sudah memainkan senam gitar tersebut.

Zaenal Arifin, Ireng Maulana, Enteng Tanamal, Eitje Cumaunang, Ireng Maulana, Jopie Item, Emmand Saleh, Imran, Kiboud Maulana, Eddy Syam adalah beberapa gitaris yang sangat terpengaruh dengan kehadiran grup tersebut. Warna sound clean seperti ini bisa dengan mudah dijumpai dibanyak rekaman apapun pada musik Indonesia di era 1960-an.