Sam Bimbo Perjuangkan Hak Royalti Musisi

17 Juli 2016 22:06
-
Penulis: Fetry Wuryasti
Foto: MI / Adam Dwi
Editor:

 

RADEN Muhammad Samsudin Hardjakusumah atau yang dikenal sebagai Sam Bimbo, 74, bersama band-nya akan menggelar konser 50 tahun pada 2017. Selain memperingati eksistensi karya musiknya, rencana konser itu terdorong oleh motivasi untuk memperjuangkan hak-hak moral para seniman Indonesia yang kini terkapar karena tidak mendapatkan royalti mereka. "Tidak sedikit musikus Indonesia yang walau tenar di TV, belum tentu di kehidupan sebenarnya mereka punya uang," ujarnya kepada Media Indonesia seusai halalbihalal bersama menteri sosial, Rabu (13/7). Bila yang dia perjuangkan melalui konser 50 tahunnya itu berjalan lancar, musisi akan mendapatkan royalti sesuai dengan hak mereka.

"Saya bersama Rhoma Irama memimpin dalam performing rights di Lembaga Manajemen Kolektif Nasional. Dia mengenai hak cipta dan saya mengurus hak penyanyi, pemusik, dan label. Sampai hari ini, sistem royalti kepada musisi masih berupa per paket. Kami sedang upayakan harga harus per lagu yang dimainkan. Pensiun penyanyi berasal dari royalti karya mereka sehingga nilainya harus sesuai dengan karya yang diputarkan kembali," jelas Sam.

Dengan begitu, tambah dia, restoran, tempat karaoke, dan tempat usaha lainnya yang memutar lagu-lagu musisi segala genre mulai zaman Koes Plus dan Bimbo berkarya sampai musisi zaman sekarang harus membayar lagu yang mereka putar melalui bank untuk kemudian secara digital dibagi rata kepada hak penyanyi, musisi, dan label. Nantinya, keluarga musisi senior yang besar namanya tetapi telah meninggal atau tidak produktif dalam menghasilkan karya tetap dapat hidup dari royalti. Dalam konser 50 tahun yang direncanakan dimulai pada Januari 2017 di Surabaya, Sam mengatakan akan memakai orkes penuh.

Lokasi yang baru dibocorkannya yaitu Surabaya, Balikpapan, Palembang, dan Medan. "Termasuk Bandung pastinya, itu tempat kami. Gong konser 50 tahun ini nanti akan ada di sekitar Agustus di Jakarta. Tidak perlu setiap minggu main. Namun, beberapa tempat tertentu sampai mau konser, kami sudah latihan penuh. Lebih banyak kota lebih baik, tapi mengukur badan juga. Kami semua sudah tua, sudah kakek-kakek, capek juga," terangnya.